Semangat dari Aceh, Ayo Melaut!

Gambar

Nelayan Aceh berangkat melaut

Sejumlah nelayan di tepian dermaga Kampung Masjid, Manyak Payed, Aceh Tamiang sedang mempersiapkan logistik dan peralatan di sebuah boat berukuran antara 5-10GT sebelum berangkat melaut untuk melakukan penangkapan ikan di perairan Selat Malaka yang berbatasan dengan Malaysia. Posisi tepian dermaga Kampung Masjid ini agak jauh menjorok kearah darat sekitar 2-3 km dengan jalur masuk-keluar mengikuti alur Sungai Manyak Payed. Kendala terbesar yang dihadapi nelayan setempat adalah pedangkalan alur dan muara Sungai Manyak Payed yang terutama diakibatkan oleh Banjir Bandang Tamiang tahun 2006 silam. Kerusakan hutan mangrove akibat perluasan perkebunan sawit dan penebangan pohon untuk kegiatan dapur arang tanpa mempertimbangkan kelestarian eksosistem mangrove telah turut mengancam perikanan pesisir bagi nelayan tradisional setempat. Tepian nelayan di Kampung Masjid ini merupakan wilayah dampingan LSM Bina Arsitektur Madani (Le’BAM) – Jaringan KuALA. Melalui mitra lokal, WWF-Indonesia telah dan sedang terus berupaya memberikan saran dan dukungan advokasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang untuk mengadopsi kebijakan investasi hijau kedalam pembangunan kawasan pesisir dan laut di kabupaten tersebut. Photo by: WWF-Indonesia / Arifsyah M NASUTION (Direkam, Desember 2011). Canon PowerShot G11, f/4, 1/640 sec, ISO-160, 16mm