Seribu buku untuk Teluk Cenderawasih

Oleh: Aulia Rahman

http://www.wwf.or.id/index.cfm?uNewsID=25721&uLangID=67

Sebanyak 144 bangku dalam studio 6 Blitz Megaplex Grand Indonesia nyaris terisi penuh dalam acara pemutaran film “Big Miracle”, Jum’at, 6 Juli 2012. Pemutaran film mengenai penyelamatan paus di Artik yang berdasarkan kejadian nyata tersebut merupakan bagian dari pembangunan jejaring komunitas WWF-Marinebuddies. Kopi darat kali ini bertujuan untuk mengumpulkan buku edukasi bagi masyarakat di Teluk Cenderawasih serta sosialisasi Panduan Konsumen Seafood WWF-Indonesia.

KM Gurano Bintang yang berfungsi untuk edukasi, layanan kesehatan, dan pengawasan serta patroli dalam kawasan.

Lanjut membaca

Koki Selebritis Ajak Masak Seafood Ramah Lingkungan

Gambar

Pantai Kedonganan, Teluk Jimbaran, Bali – Bobby Chinn (twitter: @BobbyChinn) seorang maestro di bidang kuliner yang memiliki darah China – Mesir berkesempatan datang ke acara Coral Triangle Day, 9 Juni 2012, di Kedonganan, Jimbaran – Bali. Dalam kunjungannya di Jimbaran, Bobby Chinn mengunjungi beberapa kafe dan restoran seafood di wilayah tersebut untuk menyosialisasikan seafood yang ramah lingkungan – seafood yang ditangkap dengan alat yang ramah lingkungan, tidak merusak, serta mengikuti protokol penangkapan yang diwajibkan lainnya.

Bobby berdiskusi dengan gaya yang seru kepada chef di masing-masing restoran seafood di Jimbaran

Bobby berdiskusi dengan gaya yang seru kepada chef di masing-masing restoran seafood di Jimbaran. Dalam kesempatan tersebut, Bobby menjelaskan mengenai seafood yang ramah lingkungan dan saran serta trik pengolahan. © WWF-Indonnesia / Stanny ANGGA

Lanjut membaca

Derawan, Bagaikan Mawar Yang Tumbuh di Lumpur!

Siapa yang tidak tahu Pulau Derawan?

Pengamatan penyu bertelur dan pelepasan tukik dengan wisatawan mancanegara

Menyaksikan tukik keluar dari sarangnya dan berlarian menuju laut adalah hal yang sangat menakjubkan. Sayangnya banyak ancaman terhadap tukik menjadikan hanya 1 dari 1000 tukik yang menetas berhasil menjadi dewasa.

Pengamatan penyu hijau yang sedang bertelur
Wisatawan lokal menyaksikan penyu hijau sedang bertelur. Ingat, selalu didampingi oleh ahli dalam menyaksikan peristiwa mengagumkan ini untuk mendapatkan pengarahan supaya tidak mengganggu si penyu betina tersebut.

Pulau yang satu ini adalah salah satu pulau yang berada di Kabupaten Berau, dengan berbagai keanekaragaman bawah air diantaranya yaitu terumbu karang dan penyu. Pulau Derawan di huni oleh penduduk yang sebagian besarnya adalah suku Bajau. Di Pulau Derawan ini banyak wisatawan dari berbagai mancanegara datang untuk menikmati keindahan Pulau Derawan. Mulai dari melihat penyu bertelur, melepaskan bayi penyu atau tukik, melihat aktifitas penyu dan menyelam di terumbu karang itu semua ada di Pulau Derawan.

Lanjut membaca

Masyarakat Aceh Berperan Aktif Dalam Konservasi!

Gambar

Dermaga di Lhok Iboih

Sebuah dermaga kecil bantuan BRR-NAD Nias di Lhok Iboih, Tawan Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Weh, Kota Sabang. Lhok Iboih merupakan salah satu contoh bentuk pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat yang diarahkan pengembangannya menuju ekowisata bahari yang bertanggungjawab. Di iboih, panglima laot setempat memiliki peranan yang besar dalam mengatur tata zonasi kawasan dan memiliki posisi tawar kuat terhadap pemangku kepentingan lainnya seperti Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Dibawah Panglima Laot Lhok Iboih terdapat sejumlah unit atau satuan kerja, seperti unit koperasi nelayan dengan usaha pemanduan wisata dan satuan kerja pengawasan dan perlindungan kawasan perairan setempat. Lhok Iboih juga merupakan wilayah dampingan Fauna & Flora Internasional (FFI) Marine Program dan Aceh Coral Conservation (ACC) – Jaringan KuALA. © WWF-Indonesia / Arifsyah M NASUTION (Direkam, Oktober 2011). Canon PowerShot G11, f/4, 1/1600 sec, ISO-160, 11mm

Semangat dari Aceh, Ayo Melaut!

Gambar

Nelayan Aceh berangkat melaut

Sejumlah nelayan di tepian dermaga Kampung Masjid, Manyak Payed, Aceh Tamiang sedang mempersiapkan logistik dan peralatan di sebuah boat berukuran antara 5-10GT sebelum berangkat melaut untuk melakukan penangkapan ikan di perairan Selat Malaka yang berbatasan dengan Malaysia. Posisi tepian dermaga Kampung Masjid ini agak jauh menjorok kearah darat sekitar 2-3 km dengan jalur masuk-keluar mengikuti alur Sungai Manyak Payed. Kendala terbesar yang dihadapi nelayan setempat adalah pedangkalan alur dan muara Sungai Manyak Payed yang terutama diakibatkan oleh Banjir Bandang Tamiang tahun 2006 silam. Kerusakan hutan mangrove akibat perluasan perkebunan sawit dan penebangan pohon untuk kegiatan dapur arang tanpa mempertimbangkan kelestarian eksosistem mangrove telah turut mengancam perikanan pesisir bagi nelayan tradisional setempat. Tepian nelayan di Kampung Masjid ini merupakan wilayah dampingan LSM Bina Arsitektur Madani (Le’BAM) – Jaringan KuALA. Melalui mitra lokal, WWF-Indonesia telah dan sedang terus berupaya memberikan saran dan dukungan advokasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang untuk mengadopsi kebijakan investasi hijau kedalam pembangunan kawasan pesisir dan laut di kabupaten tersebut. Photo by: WWF-Indonesia / Arifsyah M NASUTION (Direkam, Desember 2011). Canon PowerShot G11, f/4, 1/640 sec, ISO-160, 16mm